Tidak Cuma Cristiano Ronaldo, Jack Ma dan Elon Musk Juga Pernah Bikin Bagian Anjlok

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

JAKARTA – Aksi Cristiano Ronaldo dengan menggeser dua botol Coca-Cola saat konferensi pers menghasilkan saham Coca-Cola turun. Saham Coca Cola turun 14 poin atau 0, 25% ke level USD55, 41 per lembar saham. Di dalam perdagangan kemarin, saham Coca Cola dibuka di tangga USD55, 78, dengan kelas tertinggi USD55, 79 dan level terendah USD55, 19.

Namun ternyata Cristiano Ronaldo bukan tunggal pesohor yang membuat bagian suatu perusahaan anjlok. Sebelumnya adapula saham-saham perusahaan asing yang turut ambrol akibat aksi pesohor.

Berikut daftar pesohor dengan membuat saham perusahaan anjlok, dirangkum oleh Litbank MNC Portal Indonesia, Rabu (16/6/2021).

Menyuarakan Juga:   Merugi Rp57 Triliun Gara-Gara Cristiano Ronaldo di Piala Eropa 2020, Ini Respons Coca-Cola

1. Coca Cola-Ronaldo

Bintang sepak bola dunia, Christiano Ronaldo mendadak menjadi perbincangan karena berpengaruh pada anjloknya saham Coca Cola. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan Euro 2020 pada Senin, 13 Juni 2021, Ronaldo sengaja menggeser botol Coca Cola yang tersaji di hadapannya. Kesibukan tersebut lantas membuat saham minuman soda ini tersungkur.

Dikutip sebab berbagai sumber, Coca Cola kehilangan nilai pasar sejumlah USD4 miliar atau hampir Rp57 triliun.

Baca Juga: Bagian Coca Cola Anjlok Gegara Ronaldo Geser 2 Botol

2. Tesla-Elon Musk

Elon Musk, seorang miliarder dunia & bos Tesla dilaporkan sudah kehilangan kekayaannya sekitar Rp387, 7 triliun atau selaras dengan USD27 miliar. Kerugian Musk tersebut juga mempengaruhi anjloknya saham Tesla sejumlah 34, 56%. Hal ini dipicu dari cuitan Musk soal pembayaran melalui gegabah uang kripto.

3. Jack Ma-Alibaba

Pada Januari 2021 lalu, saham Alibaba terpantau merosot sejumlah 8 %. Rupanya, kejadian itu terjadi karena dirinya sempat menghilang beberapa waktu. Pria asal Tiongkok tersebut kemudian muncul setelah menyampaikan kritik terhadap pemerintahan pemimpin Xi Jin Ping.

Tak berhenti di Alibaba, beberapa anak perusahaannya juga mengalami kedodoran saham sampai menyentuh angka 5, 68 %.