Perbankan Diimbau Antisipasi Bisnis Nasabah dengan Sulit Beradaptasi

JAKARTA – Pemimpin Bidang Kajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengingatkan OJK dan bank-bank harus mewaspadai debitur yang berpotensi bermasalah akibat gagal beradaptasi pasca pandemi. Ada potensi debitur yang biasanya mapan lalu gagal memenuhi kewajibannya.

Sehingga, lanjutnya, OJK harus mengingatkan bank agar mengawasi debitur-debitur yang belum mengubah kebiasaan atau praktek bisnisnya di masa pandemi virus corona.

  Baca juga: Kekayaan Nasabah Banyak Raib, Begini Kritik Kepala LPS

“Bisa saja selama puluhan tahun debitur ini baik-baik saja akan tetapi sekarang ada kebiasaan baru konsumen akibat pandemi. Bagi yang tidak bisa beradaptasi, mereka berpotensi oleh karena itu masalah, ” ujar Aviliani pada webinar Manfaat Perpanjangan Relaksasi Restrukturisasi Kredit Bagi Pemulihan Ekonomi, Jakarta, Jumat (21/11/2020) kemarin.

Aviliani juga menjelaskan, pandemi covid-19 secara langsung mengubah tradisi masyarakat di seluruh bidang, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi. Situasi ini akan berimbas pada perubahan pola bisnis perusahaan-perusahaan.

  Baca juga; Siapa yang Bakal Mengawasi Neobank, BI atau OJK?

“Ada nasabah yang potensial akan tetapi sulit melakukan adaptasi sesuai secara kondisi pandemi saat ini. Bank harus mewaspadai debitur-debitur dengan model ini agar potensi kredit terhambat dapat ditekan, ” katanya.

Lebih lanjut tempat juga mengingatkan OJK agar menyoroti lonjakan NPL khususnya bagi bank BUKU 2 yang jumlahnya pas banyak. Hal ini khususnya buat mengantisipasi masa pasca restrukturisasi dengan diperpanjang OJK hingga 2022. Restrukturisasi sejatinya menunda masalah sehingga bank memiliki waktu untuk mencarikan penyelesaian.