Pentingnya Keterbukaan Keuangan Rumah Tangga di Tengah Pandemi agar Tak Banyak Utang

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

JAKARTA – Pandemi Covid-19 di Indonesia telah menyebabkan lebih dari 70 ribu orang di Indonesia meninggal dunia. Banyak keluarga kehilangan orang-orang tersayang dan pencari nafkah di keluarga.

Kehilangan pencari nafkah di keluarga secara mendadak kerap kali membuat anggota keluarga yang ditinggalkan mengalami kebingungan secara ekonomi. Urusan keuangan rumah tangga yang disimpan oleh pencari nafkah membuat harta yang dimiliki tidak bisa diakses, sementara seringkali tagihan utang berdatangan.

Penasihat untuk Wealth and Asset Management Indonesia (WAM Indonesia) Legowo Kusumonegoro mengatakan bahwa keterbukaan keuangan menjadi semakin penting di tengah pandemi yang semakin mengganas.

Baca Juga: Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum ‘Hamburkan’ Uang di Masa Pandemi Covid-19 

Dalam rumah tangga, terkadang suami dan istri tidak bicara secara terbuka soal keuangan. Ada rahasia keuangan yang disimpan dari pasangan walaupun kadang-kadang suami atau istri memilih untuk bercerita ke saudara atau teman dekat.

“Tidak transparannya pengelolaan harta dan utang dapat semakin diperburuk dengan pengambilan utang yang tidak perlu persetujuan pasangan. Misalnya kredit tanpa agunan (KTA), pinjaman online (pinjol), atau utang kartu kredit,” ujar Legowo di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Di masa pandemi yang mengganas, sikap tertutup dalam hal keuangan rumah tangga akan membawa dampak serius ketika salah satu pihak meninggal dunia. Setiap rumah tangga sebaiknya siap mengantisipasi keadaan yang terburuk di tengah pandemi.

Walau terasa berat di awal karena tidak terbiasa, namun suami istri harus mulai terbuka dan jangan menyimpan sendiri rahasia keuangan keluarga. Penting sekali untuk meminta izin pasangan sebelum mengambil utang baru karena pada banyak kasus, beban utang akan diwariskan ke pasangan yang masih hidup.

“Jika ada tanggungan utang lama, buat catatan yang berisi daftar nama pemberi utang, jumlah cicilan beserta tanggal jatuh temponya. Tunjukkan catatan ini ke pasangan dan diskusikan. Beban utang ini adalah tanggungan bersama, pasangan dan mungkin anak-anak harus tahu, dan jika perlu melakukan penyesuaian gaya hidup agar beban utang tersebut bisa segera dilunasi tanpa perlu ada tambahan utang baru,” tambahnya.