Mata Elang, Sri Mulyani Pantau PNS Kemenkeu Belanja Ratusan Triliun Rupiah

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

JAKARTA – Inspektorat Jenderal (Itjen) menjadi early adopter teknologi informasi pada Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ). Itjen memanfaatkan Review Management System (AMS), khususnya reassurance, termasuk dalam interaksi dengan klien pengawasan dan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan.

AMS sendiri sudah digunakan oleh auditor Itjen sejak tujuh tahun selanjutnya. “AMS adalah backbone-nya. Di sana sudah terekam semua kerja kami, baik akuntabilitasnya maupun kualitasnya. Menjadi kerja kami semakin akuntabel, ” ujar Inspektur VII Kemenkeu Alexander Zulkarnain di Jakarta, Rabu (9/12/2020).

Baca Juga:   Minta Anak Buah Terus Kerja, Sri Mulyani: Ilmu Tak Boleh Pensiun

Saat ini, Itjen tengah mengembangkan predictive inductive and prescriptive analytic, sehingga nantinya bisa memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan dan memperkirakan outcome dari suatu kebijakan.

Tantangan era pandemi muncul dalam pengawasan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Implementasi program PEN menghendaki eksekusi belanja harus dilakukan cepat, tepat sasaran, tepat guna, dan akuntabel.

Baca Juga:   Sri Mulyani Ungkap Pemimpin Era Transformasi Digital, Jawabannya Mengejutkan

“Kami jaga supaya tidak ada moral risk. Kemudian, dari sisi pertanggungjawaban, terkait jelas menyangkut jumlah yang tidak sedikit, ratusan triliun. Belanjanya juga tak terduga, unprecedented, dari perumusan kebijakan sampai realisasi. Perlu diperhatikan bagaimana akuntabilitasnya, pencatatannya, dan penggolongannya, ” tegasnya.