Lepas Finansial Tidak Harus Punya Upah Besar Kok

JAKARTA – Merdeka secara keuangan tidak harus memiliki penghasilan atau upah yang besar. Karena penghasilan yang kecil pun jika dikelola secara bijak, bisa menikmati kemerdekaan secara finansial.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, secara kaidah dasar kebebasan finansial atau keuangan adalah pendapatan yang bisa menyembunyikan pengeluaran. Sehingga, penghasilan sebesar apapun jika pengeluaran juga semakin luhur maka belum merdeka secara keuangan.

“Kalau menurut saya bukan bilangan pendapatannya tapi bisa enggak pendapatan itu menutupi pengeluaran itu sebetulnya, ” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Punya Penghasilan Pas-pasan, Asuransi Apa yang Perlu Diutamakan?

Sebagai salah satu contohnya adalah misalnya seseorang memiliki pendapatan sebesar Rp100 juta pada setiap bulan. Namun pengeluarannya lebih besar yakni Rp150 juta maka mampu disimpulkan bahwa yang bersangkutan belum merdeka secara keuangan.

“Karena misalnya pengeluaran kita lantaran bisnis kita misalnya Rp100 juta. Tapi ternyata pengeluaran kita tersedia 150 juta. Artinya itu belum cukup untuk menutupi kebutuhan kita juga. Jadi enggak melulu penghasilan besar bisa bebas keuangan, ” jelasnya.

Menurut Andi, merdeka secara keuangan atau financial freedom ada beberapa definisi. Pertama adalah ketika seseorang tersebut tidak memiliki utang.

Baca juga: Kenapa Aset Kekayaan Perlu Diasuransikan? Ini Jawabannya

“Menurut saya namanya merdeka secara keuangan itu adalah lebih pada kita enggak punya utang, ” ucapnya.

Ataupun jika seseorang tersebut memiliki utang, jumlahnya tidak terlalu gembung dan masih bisa terakomodir. Salah satu caranya adalah dengan memiliki penghasilan tambahan atau pasif income.

Namun prinsip dasar dari kemerdekaan secara keuangan adalah ketika seseorang bisa mengontrol keuangannya biar pengeluaran tidak lebih besar daripada penghasilan. Sehingga jika memiliki berterima yang besar, maka seseorang itu harus mencari penghasilan tambahan.

“Kemudian juga buat beberapa orang. Walaupun ada hutang dia memiliki yang disebut dengan nama mati income. Pasif income itu hasilnya itu lebih besar dari pengeluarannya dia, ” jelasnya.

(kmj)

Loading…