Klasifikasi THR PNS Tak Merebak, Ada Apa?

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

JAKARTA THR PNS tarikh ini menjadi perbincangan jemaah. Bahkan sampai ada tuntutan PNS soal perbedaan THR tersebut.

Kesimpulan pemerintah memangkas komponen tumpuan kinerja (tukin) pada THR keagamaan 2021 menyebabkan banyak aparatur sipil negara (ASN) mengaku kecewa.

Ekonom Senior Fadhil Hasan mengatakan, kekecewaan berserang besar karena adanya memperlawankan dalam tata kelola THR ASN tersebut. Tidak seragamnya besaran THR ASN berujung pada kekecewaan dan penentangan melalui petisi kepada Gajah Keuangan RI.

Menurut dia, kekecewaan perdana adalah tidak masuknya tunjangan kinerja dalam THR & kekecewaan kedua adalah tidak meratanya besaran rumusan THR antara satu Direktorat Jenderal dengan Direktorat Jenderal yang lain.

Menangkap Juga:   Setop Beli Kopi Kekinian agar Uang THR Tak Jebol

‚ÄúStruktur tukin ASN berbeda dengan personel swasta di mana tukin PNS jauh lebih gede dibandingkan dengan gaji pokok kayu beserta tunjangan melekat. Bila dihitung THR 2021 oleh karena itu THR ASN mengalami penurunan 40% hingga 42% dibanding THR 2019 sebelumnya. Patokan antara THR mencakup tukin dan tanpa tukin sangat signifikan. Angkanya, mencapai 70%, ” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).

Fadhil melanjutkan, beberapa instansi dalam Kementerian Keuangan memiliki skema sendiri terutama terkait Indeks Prestasi Kegiatan yang besarannya bisa menyentuh 2-3 kali gaji pokok. Misalnya, Bea Cukai mempunyai skema yang diatur Cetakan PER-43/BC/2016 Tentang tata cara pembagian penggunaan insentif akan capaian kinerja di tempat cukai bertanggal 16 Desember 2016.

“Aturan tersebut menyebabkan kekecawaan bertambah lanjut terutama dikalangan personel diluar Dirjen Bea Bea karena pembagian IPKnya bersebelahan dengan pembagian THR jadi seolah-olah DBC mendapatkan lebih besar dibandingkan direktorat yang lain, ” ungkapnya.

Baca Juga:   5 Fakta Jokowi & Pejabat Negara Dapat THR, Segini Besarannya

Menurut dia, THR selama ini menjadi instrumen yang cukup efektif dalam memerosokkan konsumsi dan distribusi kesejahteraan antara kelompok masyarakat. Dengan pemotongan THR ASN serta masih banyaknya persoalan di dalam perusahaan swasta yang belum bisa memenuhi hak THR maka diperkirakan dampak dibanding THR tahun ini tidak akan efektif dalam membakar konsumsi dan pemerataan kesejahteraan.

“Padahal konsumsi merupakan komponen terpenting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan diusahakan tumbuh 7% di triwulan II-2021, ” tuturnya.