Jangan Kaget! Mark Zuckerberg Bayar Rp339 Miliar untuk Keamanan Pribadi

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

JAKARTA – Perusahaan membutuhkan sistem keamanan untuk mengatasi berbagai ancaman dan risiko. Mulai dari penculikan, serangan siber hingga pandemi virus corona.

Analisis protokol keamanan eksekutif perusahaan IT seperti Facebook, Google dan Apple pun harus membayar ekstra demi keamanan pribadi sepanjang 2020 sebagai dampak pandemi.

“Saya yakin 100% dalam perlindungan yang kami berikan adalah menjaga kesehatan klien kami,” kata Grup Perlindungan Dunia, Kent Moyer, dilansir dari Protocol, Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga: Gara-Gara Mengkritik, Miliarder Ini Dipenjara 18 Tahun

Dirinya mengelola keamanan untuk klien orang super kaya di perusahaan teknologi. Para kliennya menghadapi kenaikan ancaman di 2020.

Dia sangat yakin pandemi dan isolasi diri saat ini mendukung kenaikan ancaman tersebut.

“Jika orang sudah sedikit gila, mereka akan menjadi sangat aneh,” katanya.

Baca Juga: Terungkap! Ini Sosok Akidi Tio, Penyumbang Dana Covid-19 Terbesar Setelah Bill Gates

Facebook mengakui sudah menghabiskan lebih banyak uang untuk melindungi para eksekutifnya. Ini akibat dari protokol keamanan Covid-19 dan untuk meningkatkan keamanan selama pemilu.

Anggaran keamanan CEO Mark Zuckerberg membengkak dari USD20,4 juta pada 2019 menjadi USD23,4 juta setara Rp339 miliar (kurs Rp14.500 per USD) pada 2020. Ini jadi angka terbesar di antara eksekutif teknologi lainnya menurut data otoritas SEC.

Eksekutif sosial media biasanya menerima USD10 juta gaji per tahun untuk keamanan pribadinya tapi kini perusahaan menghabiskan tambahan USD13,4 juta untuk keamanannya pada 2020. Facebook COO Sheryl Sandberg juga termasuk salah satu yang paling mahal untuk dilindungi atau di atas USD7.6 juta di tahun lalu.