Investasi Tanah Kavling hingga Pertambangan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

JAKARTA hijau merupakan salah satu lahan properti dengan nilai leverage yang tinggi. Harga sebuah bangunan pada sebuah properti mengalami penurunan atau penyusutan, namun harga tanah akan membubung seiring dengan berjalannya waktu serta perkembangan yang terjadi.

Tanah juga memiliki kurang bentuk dan keuntungan yang berbeda-beda dalam investasi. Berikut selengkapnya serupa dilansir dari buku “The Secret of Wealth Management: Cara Membuat Kekayaan Mulai Dari Nol” oleh Wealth Manager Association, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Kavling Siap Bentuk (KSB)

Tanah kavling yakni dalam mana bangunan bisa langsung dibangun tanpa perlu melalui proses pemisahan atau pengeringan tanah. Lokasinya lazimnya terletak di tengah kota ataupun di komplek perumahan.

Keuntungan investasi kavling siap bangun:

1. Biaya pembelaan kecil, tanah tidak membutuhkan banyak biaya perawatan.

2. Capital gain besar, mengambil kavling tanah di lokasi dengan tepat tidak akan rugi. Masa harga tanah stagnan, hanya menetapkan menunggu waktu saja untuk membuatnya naik.

3. Cocok untuk investasi jangka lama. Kebanyakan orang membeli tanah serta menginginkan keuntungan besar dalam waktu satu atau dua tahun. Mampu saja hal tersebut terjadi, namun untuk investasi tanah agak berbeda.

Sebenarnya muslihat yang tepat untuk investasi tanah adalah Buy, Hold, and Sell. Dan termasuk investasi jangka lama (long term onvestment).

Raw Land (tanah mentah)

Yakni tanah yang sedang membutuhkan pengolahan seperti pengeringan, pemadatan, atau cut and fill (untuk areal yang kontur tanahnya berbukit-bukit) sebelum siap untuk dibangun. Desa mentah dapat dibedakan menjadi desa perkebunan dan tanah pertambangan.