Indonesia Harus Cetak Banyak Pengusaha, buat Apa?

JAKARTA – Masyarakat Tanah Air harus mengubah pola pikir yang awalnya bercita-cita sebagai pegawai preman atau Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi seorang pengusaha. Dengan mengecap banyak wirausaha, maka Indonesia hendak keluar dari predikat negara berpendapatan menengah alias middle income trap.

“Tidak kira-kira nanti Indonesia jadi negara lulus kelima terbesar di dunia jika hanya mengandalkan kekuatan pemerintah bagaikan China. Bagaimanapun peran kewirausahaan perlu ditonjolkan, ” kata Menteri Penelitian dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam diskusi virtual, Selasa (3/11/2020) malam.

  Baca pula: Resesi di Depan Mata, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus 3%-3, 5%

Dia mencontohkan, Amerika Serikat bisa menjadi negara adidaya karena mereka memiliki jumlah pebisnis terbanyak di antara negara lainnya. Berdasarkan laporan Indeks Kewirausahaan Global 2019, Amerika Serikat menduduki peringkat satu di dunia dibanding 137 negara yang disurvei.

“Amerika yang semenjak awal ekonominya lebih kapitalistik, liberalistik, akhirnya mereka mengedepankan peran swasta, entrepreneur, untuk membuat ekonomi Amerika menjadi besar seperti sekarang, ” ujarnya.

  Baca juga: Negara G20 Benahi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Dalam laporan Ruang Kewirausahaan Global Indonesia menduduki kedudukan 75 pada 2019. Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya kenaikan bila dibandingkan dengan peringkat 94 dalam 2018.