Indeks Dolar AS Menguat Didukung Rencana Tapering Fed

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

JAKARTA – Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Dolar AS menguat didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) AS dapat mengurangi pembelian asetnya (tapering) pada akhir tahun, meskipun ada lonjakan kasus COVID-19.

Namun dolar mundur dari posisi tertingginya di perdagangan sore. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, semula menguat menjadi 92,887, tertinggi sejak 27 Agustus. Terakhir naik sedikit di 92,664.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Melemah Selama 4 Hari Berturut

Putaran data ekonomi AS akan dirilis minggu ini, dimulai dengan harga konsumen pada Selasa waktu setempat, yang akan memberikan pembaruan terbaru tentang seberapa panas inflasi menjelang pertemuan Fed minggu depan.

Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker menjadi pejabat terbaru yang mengatakan dia ingin bank sentral mulai melakukan tapering tahun ini, mengatakan dalam wawancara dengan harian Nikkei bahwa dia ingin mengurangi pembelian aset.

Baca Juga: Investor Pantau Data Ekonomi Terbaru, Dolar AS Menguat

Pembicaraan tentang tapering telah mendorong dolar lebih tinggi, kata Ahli Strategi Makro Wells Fargo Securities, Erik Nelson, di New York.

“Kami melihat dari komunikasi Fed bahwa mereka ingin memutuskan hubungan tapering dari kenaikan suku bunga,” kata Nelson. “Tetapi akan membutuhkan banyak hal meyakinkan dan terus terang banyak waktu bagi pasar untuk mengubah fungsi reaksinya. Untuk saat ini, alur waktu tapering terkait erat dengan alur waktu kenaikan suku bunga di pasar.”