Hari Pangan Sedunia, Menilik Persiapan Food Estate di Kalimatan

JAKARTA kepala Food and Agriculture Organization (FAO) telah menyalakan sirine akan adanya krisis pangan dunia. Menyikapi keterangan tersebut, Indonesia tengah bersiap membangun food estate di Kalimantan.

Presiden Jokowi pernah menjelaskan, bahwa food estate adalah penyediaan cadangan pangan nasional dengan dilakukan secara integrasi dalam rencana mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi Covid-19 dan juga mengantisipasi perubahan iklim.

Tidak hanya kedua alasan tersebut, Presiden Jokowi juga berniat food estate menjadi cara mengurangi ketergantungan Indonesia pada memasukkan pangan.

  Baca juga: Sri Mulyani: 34% Rumah Tangga Alami Kekurangan Bertabur

“Ini istimewa, ” tegas Jokowi dalam Rapat Lanjutan Pembahasan Food Estate, dalam Istana Merdeka, 23 September 2020 lalu, seperti dikutip dari laman Setkab, Jumat (16/10/2020).

Lokasi Food Estate

Food estate telah disiapkan di dua lokasi, yaitu di Kalimantan Tengah kemudian di Sumatra Memajukan. Di Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, kemudian di Sumatera Utara dalam Kabupaten Humbang Hasundutan.

Tidak hanya di Kalimantan, pengembangan food estate juga direncanakan di provinsi yang lain, yaitu di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatera Selatan.

  Baca selalu: Sri Mulyani Bongkar Masalah Pangan yang Terjadi di Indonesia

Kendala Food Estate

Pengembangan food estate pada Kalimantan sudah dimulai. Dalam perjalanannya, ada sejumlah progres di lapangan. Kendati demikian, masih terdapat kira-kira kendala.

1. Kepemilikan Lahan

Kepemilikan lahan di daerah food estate menjelma kendala. Namun, Presiden telah menodong Menteri ATR/(Kepala) BPN Sofyan Djalil segera menuntaskannya. Sebab, menyangkut suatu area yang sangat luas.

2. Rumusan Rencana Pati

Perumusan masterplan menjadi penting sehingga keseluruhan dari berbagai aspek itu bisa dilihat dan bisa lekas diselesaikan, baik untuk di wilayah irigasi maupun nonirigasi.