Harga Emas Berjangka Naik ke Level Psikologis USD1.800

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

JAKARTA – Harga emas kembali menguat menembus level psikologis USD1.800 pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Emas menguat karena dolar mundur setelah kenaikan inflasi AS yang lebih lambat dari perkiraan menyebabkan ketidakpastian atas jadwal Federal Reserve AS untuk mengurangi stimulus moneternya (tapering).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD12,7 atau 0,71%, menjadi ditutup pada USD1.807,10 per ounce.

Baca Juga: Naik Rp3.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp932.000/Gram

“Emas sedang mempermainkan level 1.800 dolar AS per ounce menyusul data inflasi AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan,” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank, menambahkan “latar belakang makro tetap kondusif untuk kenaikan harga lebih lanjut.”

Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS naik tipis 0,1% pada Agustus, meleset dari ekspektasi untuk kenaikan 0,3%, dan mengakibatkan dolar AS melemah. Itu adalah kenaikan terkecil sejak Februari dan mengikuti kenaikan 0,3% pada Juli.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Naik Jelang Rilis Data Inflasi

“Sementara pengumuman tapering tidak mungkin sampai pertemuan FOMC November, pertemuan September akan memperkenalkan proyeksi staf, atau ‘titik’ untuk 2024. Titik 2024 dapat mencerminkan dua kenaikan suku bunga 2023,” tambah Cooper.