Digitalisasi Jadi Peluang UMKM Tumbuh di Masa Pandemi

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JAKARTA – UMKM sangat terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), sebanyak 15.974 unit (26,32%) dari 60.702 unit usaha menengah turun kelas ke level mikro. Kemudian sebanyak 605.147 unit (75,23%) dari 783.132 unit usaha kecil bergeser ke level mikro.

Menurut Kepala Bidang Kemitraan, Deputi UKM, Kemenkop UKM Renaldy Purnomo, situasi tersebut salah satunya karena ada sejumlah masalah yang tak bisa diatasi UMKM pada era pandemi. Pembatasan sosial dan fisik, kata dia, membuat proses produksi dan pasokan terhambat.

Apalagi, penguasaan teknologi digital sebagai cara efisien promosi dan transaksi penjualan di masa pandemi yang mengutamakan platform digital juga masih rendah.

Baca Juga: 7 Tips Jualan Online untuk UMKM

“Kemenkop UKM mencatat, 94% UKM tidak menggunakan komputer dalam menjalankan usaha karena literasi digital masih rendah. Padahal, digitalisasi UMKM dapat menjadi peluang untuk tumbuh di masa pandemi yang membatasi pertemuan fisik,” kata dia, Jumat (9/7/2021).

Karena itu, pemerintah bertekad terus mendorong digitalisasi UMKM sebagai salah satu agenda prioritas kementerian. Di antaranya melalui peningkatan kapasitas SDM dan menaikkan proses bisnis serta perluasan akses pasar.

Empat pilar yang menjadi fondasi terobosan adalah koperasi modern, usaha mikro dari sektor informal ke formal, UKM masuk ke rantai pasok, dan transformasi wirausaha produktif. Selain untuk meningkatkan penjualan UKM, ini juga akan bisa mempercepat mereka naik kelas.

Diharapkan kontribusi UMKM terhadap PDB terus meningkat. Pemerintah menargetkan kontribusi UMKM pada 2024 sebesar 65% dari 62% pada 2021.

Baca Juga: Ekonomi Bertahan di Tengah Covid-19, Teten: Dibutuhkan Sense of Crisis

Sementara itu, Peneliti Indef Nailul Huda berharap, pemerintah mengoptimalkan dana pemulihan ekonomi nasional atau PEN agar UMKM bisa bertahan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), masalah utama (69%) UMKM di tengah pandemi adalah kebutuhan akan bantuan modal. Permasalahan kedua, kata dia, berdasarkan data dari Bank Indonesia, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sektor mikro tercatat naik signifikan.

“Ditengarai bantuan PEN untuk subsidi bunga sangat kurang cepat. Ini berbahaya. Selamatkan dulu UMKM kita, berikan bantuan sehingga NPL turun. Itu yang harus kita lakukan dalam konteks menyelamatkan bangsa,” tutur dia.